"Mengukir Harapan dari Balik Gunungan Sampah"

Aan Andasari, Mitra PNM, Bekasi

Bagi sebagian orang, TPST Bantargebang mungkin identik dengan bau menyengat, keluh kesah, dan stigma eksploitasi. Namun bagi Bu Aan, tempat ini justru menyimpan harapan—tentang kehidupan, lingkungan, dan masa depan yang lebih baik. Di balik gunungan sampah terbesar di Asia ini, ada tangan-tangan para pemulung yang menjadi garda terdepan dalam mengurangi debit sampah. Mereka memilah, memilih, dan tanpa disadari, menyelamatkan bumi sedikit demi sedikit.

Dari sanalah kegelisahan sekaligus gagasan Bu Aan muncul. Ia mulai bertanya: ke mana pakaian yang kita kenakan hari ini akan berakhir di masa depan? Bersama keluarga, sejak 2018–2019 Bu Aan melihat limbah pakaian—khususnya celana jeans—bukan sebagai sampah, melainkan peluang. Peluang untuk menjaga lingkungan, sekaligus menguatkan ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar.

Di sela perannya sebagai pengajar TPQ dan kader Posyandu, Bu Aan menyisihkan waktu untuk berkarya. Dengan keterampilan menjahit sang suami dan semangat gotong royong keluarga, lahirlah WasteforReuse—produk kerajinan berkelanjutan dari limbah jeans yang ramah lingkungan. Tak hanya menjadi produk, WasteforReuse tumbuh menjadi gerakan kecil yang terhubung dengan komunitas, akademisi, dan pegiat lingkungan. Perlahan, sudut pandang tentang Bantargebang pun bergeser: dari simbol eksploitasi, menjadi ruang kreativitas dan harapan.

Perjalanan Bu Aan semakin kuat ketika ia bergabung dengan PNM Mekaar. Di masa pandemi, modal awal Rp2 juta dimanfaatkannya untuk berjualan sembako demi menjaga keberlangsungan keluarga. Namun mimpi tentang pengolahan limbah tak pernah padam. Berkat pendampingan dan pembiayaan berkelanjutan dari PNM, usahanya berkembang—hingga kini memperoleh modal Rp7 juta untuk memperkuat peralatan produksi. Dukungan PNM juga membuka kesempatan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya: mempresentasikan karyanya, bertemu tokoh nasional, hingga terpilih sebagai finalis Mekaarpreneur Naik Kelas.

Kami akan terus mencipta apa yang kami cinta,” ujar Bu Aan. Dari langkah kecil di Bantargebang, ia membuktikan bahwa perempuan berdaya mampu mengubah tantangan menjadi peluang—bagi keluarga, lingkungan, dan masa depan yang lebih berkelanjutan.

WasteforReuse Products